Setelah Bharada E ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir J, ada beberapa fakta yang terungkap.. Salah satu fakta yang terungkap dalam kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir J ini terkait Irjen Ferdy Sambo.. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik.
Sayamelihat kemudian posisi pelari muda ini mulai berlari mendaki bukit yang dilihatnya namun tidak mengenakan sepatu. Pemikiran awalnya adalah kakinya tidak akan terluka parah asalkan bisa melangkah dengan cepat dan tepat. Pada awalnya, jalan yang dilalui berupa tanah padat dengan berbagai pohon yang rimbun. Saya bisa melihat dengan jelas
Simaknama-nama artis Indonesia di akhir berita sesuai dengan abjad.Hal itu terkait Prostitusi
Baiknama 'Yehuwa' yang 'Yahweh' ilmiah standar juga tidak bisa meyakinkan terbukti "nama niether yang dalam naskah Alkitab, tetapi kemudian niether adalah nama" Yesus "dalam naskah Alkitab, apakah itu menghentikan kita menggunakannya.? Yahudi berhenti mengucapkan nama Allah yang benar sebelum Masoret mengembangkan sistem vokal menunjuk.
DalamPerjanjian Lama, diidentifikasi bahwa orang-orang Yahudi sebagai "Orang-orang Pilihan Tuhan", dan dipandang sebagai corak pertama yang signifikan dari monoteisme, hal itu juga menyatakan maksud Yahweh untuk memperluas kesempatan tersebut kepada dunia, sebagaimana Isa 49:6 menjelaskan hal ini "Aku akan memberitahu sebuah cahaya
Selanjutnyaberfirmanlah Allah kepada Musa: Akulah TUHAN (Yahweh). Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa (El
. - Apa itu Yahudi? Apa Hubungan Yahudi dengan Israel? Nama Yahudi Ada Agama dan Suku. Berikut Asal-usul Yahudi. Yahudi merupakan istilah yang merujuk kepada sebuah agama, etnisitas, atau suku bangsa. Sebagai agama, Yahudi merujuk kepada umat yang beragama Yahudi. Berdasarkan etnisitas, Yahudi merujuk kepada suku bangsa yang berasal dari keturunan Eber, anak Ishak anak Abraham Ibrahim dan Sara, atau keturunan Suku Yehuda, berasal dari Yehuda anak Yakub. Etnis Yahudi juga termasuk Yahudi yang tidak beragama Yahudi namun beridentitas Yahudi dari segi tradisi. Agama Yahudi merupakan kombinasi antara agama dan suku bangsa. Foto Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017. AFP/Thomas Coex Kepercayaan semata-mata dalam agama Yahudi tidak menjadikan seseorang tersebut menjadi Yahudi. Kemudian, dengan tidak memegang kepada prinsip-prinsip agama Yahudi tidak menjadikan seorang Yahudi kehilangan status Yahudinya. Namun, definisi Yahudi undang-undang kerajaan Israel tidak termasuk Yahudi yang memeluk agama yang lain. 1
Asal Mula Nama Yahweh yang Mulai Terungkap Oleh ARCHA Aktifis Al-Qur’an bercerita tentang pertemuan nabi Musa dengan Tuhan, ketika beliau keluar dari negeri Madyan untuk kembali ke Mesir. Di perjalanan, Tuhan memperkenalkan diri-Nya kepada Musa. Al-Qur’an memuat kisah ini dalam 2 rangkaian ayat yaitu pada [QS 2829-30] dan [QS 20 9-14] [2829] Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung ia berkata kepada keluarganya “Tunggulah di sini, sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari tempat api itu atau membawa sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan”.[2830] Maka tatkala Musa sampai ke tempat api itu, diserulah dia dari arah pinggir lembah yang sebelah kanannya pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam innii anaa allaahu rabbu al’aalamiina[209] Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? [2010] Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya “Tinggallah kamu di sini, sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu”. [2011] Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil “Hai Musa. [2012] Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa. [2013] Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan kepadamu. [2014] Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan yang hak selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku innanii anaa allaahu laa ilaaha illaa anaa fau’budnii wa-aqimi alshshalaata lidzikrii. Secara jelas Al-Qur’an menginformasikan bahwa Tuhan memperkenalkan diri-Nya dengan nama Allah’ yang tiada ilah’ selain diri-Nya. Informasi ini menunjukkan bahwa nama tersebut merupakan proper name dari Tuhan, bukan suatu istilah atau nama jabatan. Kita menemukan catatan alkitab terhadap peristiwa yang sama pada kitab Keluaran 32-14, dengan gaya bahasa yang sangat manusiawi’ dan sedikit agak complicated’ Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Musa berkata “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” . Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya “Musa, Musa!” dan ia menjawab “Ya, Allah.” Lalu Ia berfirman “Janganlah datang dekat-dekat tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” Lagi Ia berfirman “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Dan TUHAN berfirman “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” Tetapi Musa berkata kepada Allah “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” Lalu firman-Nya “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.” Lalu Musa berkata kepada Allah “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku bagaimana tentang nama-Nya? –apakah yang harus kujawab kepada mereka?” Firman Allah kepada Musa “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” Dalam rangkaian cerita ini terlihat pemakaian istilah untuk Tuhan dengan bermacam-macam sebutan Malaikat TUHAN, Allah dan TUHAN. Dalam terminologi Kristen, kata Allah adalah nama jabatan, sedangkan kata TUHAN merupakan terjemahan dari nama diri YHWH sebagian Kristen melafadzkannya dengan Yahweh, sebagian lain Yehova atau Jehova. Tidak jelas apakah ketika Tuhan akan bertemu dengan Musa, malaikatnya mempersiapkan jalan’ terlebih dahulu, lalu baru Tuhan muncul dan menyapa Musa, dan agak aneh juga ketika Musa menjawab ya Allah’, maksudnya tentunya ya Tuhan’ untuk menunjukkan bahwa Musa sudah mengerti yang menyapanya adalah Tuhan, dan dialog nggak nyambung’ kembali terjadi ketika Tuhan melanjutkan dengan Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub’, tentunya ini diartikan Akulah Tuhan dari nenek-moyangmu sebelumnya’. Lagi-lagi dialog ini terlihat tidak nyambung karena dari jawabannya, Musa sudah mengetahui bahwa yang menyapanya adalah Tuhan, artinya Musa tentu memahami kalau Tuhan tersebut juga merupakan Tuhan dari nenek-moyangnya, kecuali kalau Musa memang belum mengerti. Setelah Tuhan menjelaskan siapa diri-Nya dan melanjutkan adanya perintah agar Musa untuk menyelamatkan kaumnya dari siksaan Fir’aun di Mesir, Musa terkesan ragu dan keraguannya tersebut bukan terkait dengan Fir’aun yang akan dihadapi, tapi justru ditujukan kepada kaumnya sendiri, Musa mengatakan apabila aku mendapatkan orang Israel’ menunjukkan prediksi dia bahwa amanat yang akan dia lakukan akan mendapat tantangan dari kaum Israel sendiri, dan tantangan tersebut terkait dengan siapa yang menyuruh Musa’. Kembali dialog terlihat aneh karena Tuhan sudah menyatakan bahwa Dia adalah Tuhannya nenek-moyang Musa sekaligus merupakan Tuhan dari kaum Israel yang akan diselamatkan, lalu mengapa Musa masih meragukan sikap dari kaumnya sendiri..??. Sebagian tafsir Kristen mengungkapkan perkataan Musa selanjutnya soal pertanyaan tentang nama Tuhan “mah shemo?” [siapakah nama-Nya]. Dalam tata bahasa Ibrani, untuk menanyakan sesuatu atau seseorang, biasanya digunakan bentuk tanya “mi?” Namun penggunaan kata “ma” , bukan hanya bermaksud menanyakan nama secara literal namun hakikat atau pribadi dibalik nama itu. Lalu Tuhan menjawab Aku adalah Aku’ dan Akulah Aku yang mengutus kamu’. Lebih lanjut penafsiran dari link tersebut “Ehyeh Asyer Ehyeh” yang artinya “AKU ADA YANG AKU ADA”. Lembaga Alkitab Indonesia menerjemahkan, “AKU ADALAH AKU”. Terjemahan ini tidak tepat. Jika “AKU ADALAH AKU”, seharusnya teks Ibrani tertulis “Anokhi hayah Anokhi”. Kata “EHYEH”, merupakan bentuk kata kerja imperfek [menyatakan sesuatu yang sedang berlangsung atau belum selesai] dari akar kata “HAYAH”. G. Johanes Boterweck dan Helmer Ringren dalam Theological Dictionary of The Old Testament menjelaskan, bahwa kata “Hayah” digunakan dalam Perjanjian Lama dan diterjemahkan dengan opsi sbb {1} “Exist, be Present” [Ada, Hadir] {2}”Come into Being” [menjadi] {3} Auxilaries Verb [kata kerja bantu][f2]. DR. Harun Hadiwyono dalam bukunya Iman Kristen, menyatakan bahwa kata “Ehyeh” bermakna “Aku Berada” . Namun saya lebih cenderung menerjemahkannya menjadi “AKU [AKAN] ADA”. Penafsiran tersebut menunjukkan bahwa Tuhan tidak menyatakan nama diri-Nya, hal ini berbeda dengan informasi Al-Qur’an yang menyatakannya dengan jelas bahwa Tuhan yang dimaksud adalah Allah. Penyebutan nama Tuhan berdasarkan Al-Qur’an tersebut juga bukan berasal dari pertanyaan Musa yang ragu akan sikap kaumnya, tapi merupakan inisiatif’ Tuhan sendiri. Al-Qur’an mencatat kekhawatiran Musa tertuju kepada Fir’aun, bukan kepada sikap kaumnya [2045] Berkatalah mereka berdua “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas”. [2046] Allah berfirman “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”. Alkitab melanjutkan cerita bahwa pengenalan nama Tuhan dilakukan setelah Musa dan Harun menghadap Fir’aun dan meminta agar dia membebaskan kaum Israel dari penindasan, lalu Fir’aun bereaksi mempersulit pekerjaan kaum Israel Keluaran 56-19 sehingga membuat Bani Israel berbalik menyalahkan Musa Keluaran 520-21 lalu akibatnya Musa memprotes’ Tuhan Keluaran 5 22-23. Setelah itu Tuhan menjanjikan bahwa Dia akan menaklukkan Fir’aun Keluaran 61 lalu dilanjutkan dengan proklamasi’ nama Tuhan secara berulang-ulang Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa “Akulah TUHAN. Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. Bukan saja Aku telah mengadakan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku. Sebab itu katakanlah kepada orang Israel Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat. Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir. Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN.” Kata TUHAN merupakan terjemahan dari YHWH, suatu nama yang dianggap merupakan nama diri Tuhan dalam kekristenan. Kisah ini menjelaskan bahwa jawaban Tuhan sebelumnya atas keraguan Musa terhadap umatnya tidak bekerja dengan efektif, pernyataan Aku adalah Aku’ tidak bisa meyakinkan orang-orang Israel begitu mereka mendapat tekanan dari Fir’aun sehingga Tuhan kembali menjelaskan siap diri-Nya dengan menyatakan nama dirinya YHWH, lalu dilanjutkan dengan janji-janji bahwa kaum Israel yang mau mengikuti Musa akan dibebaskan dari perbudakan dan diberikan negeri yang dijanjikan kepada nenek-moyang mereka. Ada satu pernyataan yang menarik disini, ketika Tuhan menegaskan bahwa nama YHWH tersebut belum dinyatakan kepada Abraham, Ishak dan Yakub sekalipun Tuhan telah membuat perjanjian dengan mereka. Lalu dengan memakai nama apa Tuhan membuat perjanjian..?? Katakanlah ada 2 pihak membuat perjanjian, seharusnya masing-masing pihak mencantumkan nama jelas yang menunjukkan identitasnya, lalu keduanya membubuhkan tanda-tangan diatas materai sebagai suatu ikatan yang mengikat bagi masing-masing. Sangat aneh kalau ada salah satu pihak tidak mencantumkan nama jelasnya, itu bukanlah suatu perjanjian. Dan lebih hebatnya lagi, kaum Israel tetap tidak mempercayai nama yang disampaikan Musa Keluaran 69 Alkitab memuat informasi simpang-siur tentang kapan nama YHWH pertama kali diperkenalkan, saya sudah menulisnya disini Persoalan ini memunculkan banyak teori dari kalangan Kristen sendiri, dan tidak ada satu pihakpun yang bisa memastikan mana dari pendapat mereka yang benar. Teori pertama, dikemukakan oleh John Menurutnya, para Patriakh atau leluhur Israel, belum mengenal nama Yahweh. Mereka hanya mengenal nama El Shaday. Nama Yahweh baru diungkapkan melalui Musa. Nama Yahweh diambil dari suku Keni dan Midian yang sudah tinggal lama di Horeb. Kemudian nama Yahweh diadopsi menjadi nama bagi Tuhan Israel. Teori kedua, dikemukakan oleh Thomas Scott dan Robert Jamieson. Menurutnya, ungkapan dalam Keluaran 63, bukan suatu pernyataan melainkan suatu bentuk pertanyaan, sehingga menghasilkan bentuk kalimat, “Namun dengan Nama-Ku Yahweh, belumkah/tidakkah Aku memperkenalkan diri pada mereka?”. Teori ketiga dari Henry Cowles. Dia menjelaskan bahwa Keluaran 63 merupakan kehadiran pewahyuan secara khusus mengenai nama Yahweh, namun bukan berarti untuk pertama kalinya nama Yahweh itu didengar oleh para leluhur Israel. Si penulis lalu menyatakan keberpihakannya kepada teori ketiga dengan menyatakan Beberapa kesimpulan penting yang dapat kita peroleh dari kajian singkat ini adalah Pertama, nama Yahweh sudah dikenal sejak zaman Adam [Kej 27], Enos [Kej 426] dan leluhur Israel Namun pada zaman Abraham, Yitshaq dan Yakob, sebutan El Shadai lebih populer dan familiar untuk menyebut nama Yahweh. Kedua, nama Yahweh disingkapkan secara definit dan ekslusif pada Musa demi tugas perutusannya. Nama Yahweh dihubungkan sebagai nama yang membebaskan Israel dari perbudakan Mesir, nama yang dihubungkan sebagai pemberi Torah bagi Israel. Ketiga, makna kata “tidak” atau “belum” dalam Keluaran 62, bukan bermakna bahwa nama Yahweh sama sekali tidak dikenal. Merujuk pada pengalaman Hagar, yang menamakan Yahweh yang memberi air di padang gurun, sebagai El Roi, maka nama Yahweh sesungguhnya telah dikenal namun lebih familiar dengan sebutan-sebutan pengganti, untuk mensifatkan karakter dan karya-Nya. Dalam diskusi dengan penulis yang bersangkutan, saya menerima jawaban mengapa sampai nama YHWH tersebut tidak familiar dan populer pada jalan manusia sebelum Musa, jawabannya adalah ”Karena manusia semakin jauh terpisah dari Tuhan Kej 324 maka bukan hanya mengakibatkan disorientasi hubungan personal dengannya melainkan pengetahuan mengenai nama pribadinya”. Ini jelas merupakan alasan yang kembali menimbulkan tanda-tanya 1. Karena Kejadian 324 menceritakan Adam dan Hawa, kalau alasan tersebut yang dipakai maka seharusnya pihak yang lupa’ dengan nama Tuhannya adalah Adam dan Hawa, namun pada Kejadian 41 justru Hawa-lah yang dinyatakan menyebut nama tersebut. 2. Kalau terkait dengan soal popularitas maka tentunya harus dijelaskan berapa banyak manusia sebelum jaman Musa yang bertindak jauh dari Tuhan dan berapa banyak yang merupakan hamba-Nya yang taat. Hal ini tidak bisa digeneralisir karena toh nama YHWH dikatakan sudah dikenal. Jelas alasan yang dikemukakan sangat lemah, dan teori-teori yang muncul disekitar simpang-siur informasi kapan nama YHWH tersebut pertama kali diperkenalkan tetap menjadi tanda-tanya… Asal-mula nama YHWH dan temuan Arkeologi Dari persepektif Islam, akan muncul pertanyaan ” Kalau Al-Qur’an menyatakan nama tersebut adalah Allah’ sedangkan alkitab menjelaskan nama YHWH, lalu darimana asalnya nama YHWH tersebut..??”. Indikasi tentang asal-mula nama ini bisa kita dapatkan pada temuan arkeologi berupa prasasti yang dibuat dijaman Fir’aun Amenhotep III Prasasti Amenhotep III Diperkirakan prasasti tersebut dibuat tahun 1400 BC pada pemerintahan Fir’aun Amenhotep III. Fir’aun ini termasuk salah seorang raja Mesir dari generasi ke-18, yaitu suatu generasi raja-raja Mesir yang berhasil melakukan perluasan wilayah kekuasaan menyebar sampai ke wilayah Syria dan Palestina sehingga terbuka kemungkinan untuk berinteraksi dengan suku-suku nomaden yang mendiami wilayah tersebut. Orang Mesir menjuluki suku-suku nomaden tersebut dengan Shahu’. Al-Qur’an dan alkitab mengindikasikan bahwa Shahu ini merupakan kelompok-kelompok penyembah berhala [QS 7138] dan Keluaran 2323-24. Prasasti tersebut mengidentifikasi salah satu Shahu yang berada diwilayah Palestina dengan sebutan the land of the Shasu of Yahweh’. Terdapat beberapa analisa dari para arkeolog soal nama ini Now let us draw some conclusions regarding the Land of the Shasu of Yahweh. Since no geographical term that is anything like Yahweh has been identified, this suggests that the hieroglyphic phrase t3 sh3sw ya-h-wa should be translated as “the land of the nomads who worship the God Yahweh” rather than as “the land of the nomads who live in the area of Yahweh.” In addition, the fact that no geographical term anything like Yahweh has been identified also strengthens the likelihood that the words ya-h-wa in the Soleb and Amarah texts are indeed early mentions of the God of Israel. Sekarang mari kita menarik beberapa kesimpulan tentang Tanah Shasu Yahweh. Karena tidak ada istilah geografis yang sesuatu seperti Yahweh telah diidentifikasi, hal ini menunjukkan bahwa frase sh3sw hiroglif ya t3-h-wa harus diterjemahkan sebagai “tanah suku nomaden yang menyembah TUHAN,” daripada sebagai “tanah suku nomaden yang tinggal di daerah Yahweh. “Selain itu, fakta bahwa tidak adanya istilah geografis yang mengidentifikasikan Yahweh juga memperkuat kemungkinan bahwa kata-kata ya-h-wa dalam teks Soleb dan Amarah memang awal menyebutkan dari Allah Israel. Para ahli tersebut berusaha untuk memunculkan istilah Yahweh’ tersebut bukan merujuk kepada nama suatu tempat, tapi merupakan nama sesembahan dari suku nomaden tersebut. Amnehotep III berkuasa tahun 1390 – 1352 BC, jauh sebelum masa pemerintahan Ramses II dan Meneptah, berkuasa tahun 1279 – 1203 BC, yang merupakan Fir’aun yang diindikasikan sebagai masa hidupnya nabi Musa dan peristiwa eksodus sesuai informasi alkitab. Penyebutan nama tersebut memunculkan beberapa pertanyaan terkait dengan beberapa hipotesa tentang nama Yahweh dalam Perjanjian Lama 1. Berdasarkan alkitab, nama Yahweh belum diperkenalkan sebelum peristiwa eksodus, lalu darimana suku nomaden penyembah berhala yang hidup di Palestina mengenal nama tersebut..?? 2. Kalau dipakai hipotesa yang lain yang menyatakan bahwa nama tersebut sudah diperkenalkan namun tidak populer karena manusia yang hidup telah terpisah dari Tuhan , lalu mengapa justru nama Yahweh lebih populer dikenal dari suatu suku nomaden penyembah berhala dan bukan didapatkan dari orang-orang Israel yang hidup ditengah-tengah bangsa Mesir sebagai budak..?? Fakta-fakta tersebut memunculkan suatu kemungkinan bahwa nama Yahweh sebenarnya berasal dari nama berhala yang disembah oleh suatu Shasu diwilayah Palestina, lalu orang-orang Israel yang diselamatkan Musa menyeberang ke wilayah tersebut mengadopsi nama itu menjadi nama Tuhan. Apakah ini mungkin terjadi..?? Kedegilan Bangsa Israel Kita harus terlebih dahulu mengungkapkan bagaimana sebenarnya perilaku kaum Israel pengikut nabi Musa ini. Alkitab menceritakan bahwa karakter mereka yang suka membangkang dan tidak tahu berterima-kasih, termasuk kecenderungan untuk menciptakan Tuhan selain Apa yang disembah oleh nabi Musa. Baru saja mereka diselamatkan dari bangsa Mesir dan menyeberang lautan, mereka mulai bertingkah banyak menuntut kepada Musa, bahkan ketika Musa tidak bersama mereka 40 hari karena sedang berada diatas bukti Sinai, mereka membuat patung sapi dari emas lalu menyembahnya, sehingga Musa sampai marah dan membanting loh-loh batu berisi hukum-hukum Taurat yang didapatnya dari Tuhan. Kerepotan Musa terhadap kelakuan kaumnya ini tercatat pada Kejadian 15 s/d 20 dan Kejadian 32. Sampai akhirnya Tuhan dan Musa sendiri menyatakan prediksi’ tentang masa depan bangsa ini Ini kata Tuhan pada Ulangan 3116-18 TUHAN berfirman kepada Musa “Ketahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan masuk; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan mereka. Pada waktu itu murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap mereka, Aku akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, sehingga mereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malapetaka serta kesusahan. Maka pada waktu itu mereka akan berkata Bukankah malapetaka itu menimpa kita, oleh sebab Allah kita tidak ada di tengah-tengah kita? Tetapi Aku akan menyembunyikan wajah-Ku sama sekali pada waktu itu, karena segala kejahatan yang telah dilakukan mereka yakni mereka telah berpaling kepada allah lain. Ini kata Musa seperti yang tercatat pada Ulangan 3124-29 Ketika Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan, maka Musa memerintahkan kepada orang-orang Lewi pengangkut tabut perjanjian TUHAN, demikian “Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau. Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku mati. Suruhlah berkumpul kepadaku segala tua-tua sukumu dan para pengatur pasukanmu, maka aku akan mengatakan hal yang berikut kepada mereka dan memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap mereka. Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu.” Bahkan sampai dijaman Yesus Kristus, alkitab mencatat kelakuan bangsa Israel ini melalui kecaman Yesus terhadap mereka, seperti yang ada dalam Matius 2313-36 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karen…a kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh, dan berkata Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu! Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Sebab itu, lihatlah, Aku coba diganti dengan Allah mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. Aku berkata kepadamu Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!” Informasi ini menunjukkan bahwa keingkaran bangsa Israel terhadap nabi-nabi mereka terjadi terus-menerus mulai dari jaman Musa sampai ke jaman Yesus Kristus. Indikasi alkitab tentang kelakuan bangsa Israel ini dikonfirmasi oleh Al-Qur’an [7138] Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata “Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan berhala sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan berhala”. Musa menjawab “Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui sifat-sifat Tuhan”. [7139] Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. Informasi dari alkitab dan Al-Qur’an ini membuka peluang bahwa masuknya Tuhan selain apa yang diajarkan kepada bangsa ini merupakan suatu keniscayaan, bahwa suatu waktu ketika Musa telah meninggal, maka bangsa Israel akan menyembah Tuhan yang lain. Lalu bagaimana cara menjelaskan mengapa nama Yahweh ini bisa masuk kedalam Perjanjian lama..?? Terdapat penelitian para ahli alkitab yang menyatakan bahwa 5 kitab pertama dari Perjanjian Lama yang disebut sebagai Taurat/Pentateuch yang semula diklaim ditulis oleh Musa, merupakan hasil tulisan banyak orang yang dilakukan setelah Musa, sekalipun sebagian isinya memang merupakan ajarannya. Kitab yang berisi informasi tentang pertemuan Musa dengan Tuhan yang memunculkan nama Yahweh bukan tidak mungkin berasal dari orang-orang Israel setelah kematian Musa yang diprediksi sendiri oleh Musa akan melakukan penyimpangan terhadap apa yang sudah diajarkannya. Secara umum Documentary Hypothesis adalah teori yang mengatakan bahwa 5 kitab pertama dalam Alkitab Pentateukh tidak ditulis oleh seorang penulis, melainkan dikumpulkan dan diedit dari karya-karya lainnya oleh beberapa orang penulis. Sebagaimana halnya sebuah catatan sejarah, isi dan arah informasi yang terdapat didalamnya selalu terkait dengan kepentingan siapa yang menulisnya. Ketika bangsa Israel memasukkan nama Yahweh kedalam Taurat mereka, maka mereka memperkirakan akan munculnya pertanyaan dari orang-orang ”Mengapa nama tersebut tidak pernah disebut oleh nenek-moyang kita sebelumnya..??”, terlihat kesan bahwa ayat yang berbunyi tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri’ sengaja dicantumkan untuk mengantisipasi pertanyaan ini. Namun penulis yang lain kemungkinan ingin memuat bahwa nama ini sudah dikenal dan disebut oleh nenek-moyang mereka karena nama Tuhan yang tidak dikenal sebelumnya dan tiba-tiba muncul pada jaman Musa terlihat tidak begitu meyakinkan, lalu sipenulis tersebut memunculkan penyebutan nama tersebut pada Kejadian 27 dan 426. Kelakuan bangsa Israel ini terhadap kitab mereka makin memperjelas bahwa apa yang mereka buat merupakan suatu kitab sejarah yang tambal-sulam. Berdasarkan urut-urutan penjelasan diatas mulai penjelasan alkitab dan Al-Qur’an tentang peristiwa pertemuan Musa dengan Tuhan, pengungkapan beberapa hipotesa terhadap kapan pertamakali munculnya nama Yahweh, temuan dan analisa prasasti Amenhotep III, informasi kedegilan bangsa Israel, pendapat ilmiah tentang sipenulis Taurat/Pentateuch, maka kita bisa menarik suatu benang merah akan kemungkinan nama Yahweh tersebut merupakan nama yang dimunculkan belakangan oleh bangsa Israel, diadopsi dari suatu nama berhala yang disembah oleh sebuah kaum nomaden di wilayah Palestina.. Sumber Dishare Oleh Ujewongkito
- Siapa sangka bahwa di balik sikap imut dan kepemimpinan yang kuat, Taeyong NCT menyimpan sebuah rahasia yang mengejutkan? Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Jo Hyun Ah, Taeyong membongkar nama panggilan rahasia yang digunakan anggota NCT untuk memanggilnya. Persis seperti yang diharapkan, nama panggilan tersebut mengungkapkan sisi manis dan menggemaskan yang belum pernah dilihat oleh publik sebelumnya. Baca Juga Jungkook BTS Ngaku Pernah Coba Manggil Hantu, Fix Main Jelangkung? Sebagai leader NCT, dilansir dari laman KpopStarz, Taeyong telah menghadapi banyak tantangan dalam menjaga harmoni di antara anggota grup. Namun, jarang terungkap bahwa kepribadiannya yang imut sering kali membuatnya dijuluki dengan sebutan yang tak terduga. Bukan hanya imut, Taeyong juga mengungkapkan bahwa anggota NCT sering menyebutnya "aneh" karena karakteristik unik yang dimilikinya. Dalam wawancara yang jujur dan inspiratif ini, Taeyong juga berbagi perjuangannya dalam menjaga citra yang diharapkan dari seorang leader. Baca Juga Moonbin & Sanha Rayakan 1000 Hari Debut Unit, Maknae ASTRO Unggah Postingan Mengharukan Tuntutan kepemimpinan sering kali menghalangi dirinya untuk menunjukkan sisi manis dan menyenangkan kepada anggota lainnya. Namun, berkat dorongan dari Jo Hyun Ah, Taeyong mulai memperkenalkan sisi aslinya dengan lebih bangga dan percaya diri. Pengakuan terus terang dari Taeyong mengenai kesulitan dan perjuangannya sebagai pemimpin membuka mata para penggemar tentang dinamika kompleks di dalam NCT. Baca Juga Congrats! TWICE Cetak Sejarah sebagai Girlgroup KPop Pertama yang Menjual 1 Juta Album di AS Dalam acara tersebut Taeyong tidak hanya mengungkapkan rahasia nama panggilan yang menggemaskan, tetapi juga menggambarkan perjalanan pribadi Taeyong sebagai seorang seniman.
Sumber Christian Standard BibleKata Alkitab / 15 February 2021 Lori Official Writer Kitab Wahyu adalah bagian terakhir dari Alkitab, yang berisi tentang beragam penglihatan yang diberikan Yesus kepada Yohanes. Mungkin banyak dari orang Kristen yang belum tahu jika Yesus sendiri menyebutkan tentang 7 jenis gereja di Wahyu 2-3. Dia sendiri menyampaikan pewahyuan kepada masing-masing gereja tersebut, terutama kepada para pemimpin gerejanya. Ketujuh gereja ini merupakan gereja yang berlokasi di Asia Kecil. Gereja-gereja ini awalnya didirikan dan dikembangkan oleh Rasul Paulus. Walaupun surat-surat ini ditulis untuk ketujuh gereja di Asia kecil, namun banyak hal yang disebutkan persis sama dengan apa yang terjadi kepada gereja di zaman ini. Berikut 7 gereja yang disebutkan Yesus dalam Wahyu. 1. Gereja Efesus Wahyu 2 1-7 Yesus menyebutkan bahwa gereja Efesus adalah gereja yang melakukan pelayanannya dengan disiplin, setia, menegakkan kebenaran dengan tegas serta menerapkan doktrin yang sehat bagi jemaatnya. “Aku tahu segala pekerjaanmu baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.” Wahyu 2 2-3 Sayangnya, gereja ini perlahan-lahan mengalami kemerosotan dan mereka mulai kehilangan kasih terhadap sesama. Untuk itu, Yesus memperingatkan gereja ini untuk segera bertobat dan kembali kepada kasih mula-mula. Kisah gereja Efesus sangat relevan dengan apa yang terjadi hari-hari ini kepada gereja yaitu bahwa mereka bertekun dalam pelayanan, tapi kehilangan kasih mula-mula. 2. Gereja Smirna Wahyu 2 8-11 Bagi Yesus, gereja Smirna adalah teladan dari memikul salib Kristus. Mereka adalah jemaat yang tetap setia meskipun harus hidup menderita dan dalam kemiskinan. Mereka teguh dengan iman sekalipun keadaannya tidak baik. Karena itulah, Yesus menyebut gereja ini sudah mendapatkan kekayaan kekal di surga. “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu-namun engkau kaya-dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” Wahyu 2 9-10 Meski begitu, Yesus juga menegur mereka karena tidak tegas memberikan peringatan kepada jemaat yang menyebar fitnah dan perpecahan di tengah gereja. Apa yang dialami gereja Smirna saat itu juga banyak dialami oleh gereja-gereja di masa ini. Ada begitu banyak tubuh Kristus yang rela menderita demi memikul salib. Namun di sisi lain, reputasi mereka yang penuh kasih membuat gereja tidak bisa bersikap tegas kepada para pengacau yang masuk ke dalam gereja. 3. Gereja Pergamus Wahyu 2 12-17 Ciri khas dari Gereja Pergamus ini adalah bahwa mereka teguh berdiri di tengah begitu banyak pekerjaan jahat. Meski hidup dalam kebenaran, tidak dimungkiri ada saja anggota jemaat yang masih hidup menurut ajaran yang menyimpang Wahyu 2 14. Karena ini, Yesus memperingatkan supaya mereka bertobat. Sebab melalui pertobatan saja hasil pekerjaan mereka akan mendapatkan upah yang sudah disediakan Allah yaitu penyediaan Allah’ dan gelar baru’ di surga. “Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.” Wahyu 2 17. 4. Gereja Tiatira Wahyu 2 18-29 Gereja yang satu ini adalah gereja yang hidup dalam kasih dan iman. Bahkan mereka dengan setia menjalankan pelayanannya dengan penuh ketekunan. Namun Yesus menyayangkan sikap gereja yang memilih diam dan membiarkan penyesat melakukan tindakan yang tidak benar terhadap orang-orang percaya di sana. “Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.” Wahyu 2 20 Meski begitu, Yesus tetap menghargai kesetiaan jemaat terhadap kebenaran firman Tuhan. Bahkan mereka yang setia sampai akhir akan dikarunia kuasa memerintah atas bangsa-bangsa. “Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu. Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.” Wahyu 2 24-25 Baca Juga Gereja Konstanz Jadi Saksi Kehidupan Ari Wibowo Mulai dari Keyakinan Hingga Anak Pertama 5. Gereja Sardis Wahyu 3 1-6 Yesus menggambarkan gereja ini sebagai pelayanan yang mati. Dalam artian, mereka memang menjalankan pelayanan tetapi tidak menghidupi firman. “Aku tahu segala pekerjaanmu engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.” Wahyu 3 1-2 Karena itu, Yesus menyampaikan supaya mereka bertobat. Sementara bagi sebagian mereka yang hidupnya benar, Dia menjanjikan kehidupan kekal di surga. “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus naanya dari Kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.” Wahyu 3 5 Tentu saja Yesus tahu bahwa keadaan seperti ini juga akan dialami oleh gereja-gereja saat ini. Karena itu Dia menasihatkan untuk menghidupi firman Tuhan sepenuhnya, bukan sekedar menjalankannya sebagai formalitas. 6. Gereja Filadelfia Wahyu 3 7-13 Gereja Filadelfia adalah contoh teladan gereja yang taat kepada firman dan mengakui Tuhan dengan iman walaupun secara ukuran gereja ini sangat kecil. Karena itulah gereja ini diberkati dengan kekuatan ilahi yang sanggup menaklukkan pekerjaan iblis. “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” Wahyu 3 10 Inilah janji Allah atas kesetiaan orang percaya di Filadelfia. Tentu saja masih ada gereja di zaman ini yang menjalankan tugasnya dengan baik sebagai tubuh Kristus. Gereja ini menjadi contoh teladan iman yang baik. 7. Gereja Laodikia Wahyu 3 14-22 Dari keseluruhan gereja yang dituliskan di dalam Wahyu, Yesus sendiri menasihatkan gereja Laodikia dengan sangat keras. Karena dalam kondisinya, gereja ini hanya menjalankan pelayanan dengan biasa-biasa saja. Dalam istilah lainnya, Yesus menyamakan gereja ini dengan orang percaya yang suam-suam kuku. Tidak dingin ataupun panas. Mereka hidup dengan kesombongan, tidak mempelajari firman Tuhan dengan sungguh dan buta akan kebenaran. Meski keadaannya demikian, Yesus tetap menaruh kasih-Nya atas orang-orang percaya ini. Dia mau teguran tersebut membuat gereja ini bertobat dan berbalik kepada Allah. Melalui gereja Laodikia, Yesus mengingatkan gereja saat ini bahwa Dia sekali-kali tidak pernah mengabaikan pekerjaan pelayanan orang-orang percaya. Sehingga Dia tidak akan segan-segan menegur mereka yang tidak sungguh-sungguh menjalankan pekerjaan Allah. Dari ketujuh jenis gereja ini, yang manakah keadaan gerejamu saat ini? Bacalah Wahyu 2-3 pelan-pelan dan pahami apa yang Tuhan mau gereja lakukan supaya berkenan di mata-Nya. Sumber Halaman 1
Claudia Jessica Official Writer Alkitab yang merupakan kitab suci penganut agama Kristen dan Katolik, mengalami guncangan ketika nama Tuhan atau Allah menjadi persoalan. Sejumlah kalangan mengatakan bahwa penggunaan kata “YHWH” Yahweh seharusnya digunakan sebagai kata pengganti Tuhan dan Allah. Dalam bahasa Ibrani, YHWH terdiri dari empat huruf konsonan, yaitu יהוה‎ atau dikenal juga dengan sebutan Tetragrammaton. Tetra berarti empat dan Grama berarti huruf. YHWH adalah nama Tuhan yang sangat dikenal di zaman Perjanjian Lama. YHWH merupakan pembeda dari ilah-ilah lain di Israel. Beberapa versi Alkitab, menerjemahkan Tetragrammaton menjadi YHWH. Dalam beberapa Alkitab di Indonesia ada yang menuliskan Sehuwa. Namun, secara umum Alkitab menerjemahkannya menjadi TUHAN dengan huruf kapital. YHWH ditulis lebih dari kali, diulang dalam kitab-kitab Perjanjian Lama dan diterjemahkan dengan kata TUHAN. BACA JUGA Fakta Alkitab Arti dari “YHWH” dan Makna Nama-nama Allah? YHWH banyak muncul pada Tanakh yang merupakan Canon dari Alkitab Ibrani. Tanakh adalah teks suci Ibrani tradisional yang dikenal sebagai naskah Masorah. Kata Masorah dalam naskah masorah merujuk pada vokalisasi dan aksentuasi yang digunakan untuk menetapkan pelafalan yang tepat dari ayat-ayat dalam naskah ini. Menurut tradisi Yahudi, Tanakh memiliki 24 kitab yang merupakan gabungan dari seluruh kitab Samuel, Raja-raja, Tawarikh, dan Ezra-Nehemia dianggap sebagai satu kitab sertaTrei Asar תרי עשר, Keduabelas Nabi. Demikian pula ketika Tanakh diterjemahkan dalam Bahasa Yunani pada abad ke-3 SM. 72 orang sarjana Yahudi masih menerjemahkannya dengan kata YHWH. Terjemahan itu kemudian dikenal dengan Septuaginta itu diselesaikan selama 72 hari. Setelah penghancuran Yerusalem yang dilakukan oleh Romawi pada tahun 70 M, mazhab Yahudi Farisi melarang penggunaan nama YHWH. Halakha keputusan rabinik menjadi dasar larangan itu menyatakan bahwa nama YHWH sifatnya tersembunyi dan harus dirahasiakan. Namun, beberapa ahli sejarah Alkitab menyatakan bahwa akar dan jejak pelarangan penggunaan nama YHWH telah jauh ditetapkan sebelum Abad pertama Masehi, Ketika orang Yahudi kembali dari pembuangan Babilonia pada tahun 586 SM. BACA JUGA Mengenal Tuhan Yang Kepada-Nya Kita Memanjatkan Doa Saat itu, ada sebuah kesadaran baru untuk melakukan reformasi ibadah dalam sistem keagamaan mereka. Salah satunya adalah penghormatan terhadap nama YHWH. Meskipun secara literal tertulis dalam Kitab Tanakh, tetapi YHWH digantikan dengan sebutan Adonai dalam ucapan sehari-hari. Tradisi pengucapan YHWH dengan Adonai’ yang berarti Tuhan’ berlanjut hingga ke zaman Perjanjian Baru. Tradisi pengucapan jni juga dipengaruhi oleh beberapa bagian Septuaginta yang menggunakan kata KYROS atau artinya Tuhan untuk YHWH. Yesus dan para rasul mengikuti tradisi yang sama. Sebagai contoh, dalam pencobaan di gurun, Yesus menjawab godaan Iblis dalam Matius 47. “Ada pula tertulis Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu” Matius 47 Kata Tuhan menerjemahkan Kyrios, bukan YHWH. Padahal Yesus sedang mengutip Kitab Perjanjian Lama, yaitu Ulangan 616. Begitu pula, dalam surat-surat rasul Paulus pun tidak pernah digunakan nama YHWH. Dalam, misalnya, ayat di Roma 1013 “Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan KYRIOS akan diselamatkan” Roma 1013. Padahal Paulus sedang mengutip Yoel 232 dalam ayat itu. Kata YHWH atau Yahweh sebagaimana ALLAH bukan sebuah nama. YHWH atau Yahweh muncul sebagai jawaban Tuhan. BACA JUGA Mempelajari Kuasa Tuhan Melalui Sungai Efrat, Berikut 4 Bentuk Penggambarannya Seperti pertanyaan Musa berikut ini Lalu Musa berkata kepada Allah "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku bagaimana tentang nama-Nya? Keluaran 313 Musa memakai kata tanya “bagaimana” bukan “siapa” yang menandakan bahwa Musa menanyakan sebutan Tuhan. Artinya YHWH menjadi sebutan bagi bangsa Israel pada TUHAN, dan YHWH bukan nama diri dari TUHAN. Jadi sekali lagi YHWH adalah sebutan TUHAN khusus bagi bangsa Israel di zaman dahulu. Bagaimana menurut Anda tentang YHWH? Apakah Anda setuju dengan pemakaian YHWH atau TUHAN dalam Alkitab? Saksikan video Fakta Alkitab Pro dan Kontra Penyebutan Penyebutan Nama YHWH, Jadi Boleh Atau Tidak di bawah ini Sumber jawaban channel Halaman 1
nama yahweh yang mulai terungkap